Review Takopi's Original Sin: JANGAN TERTIPU SAMA WAJAH IMUTNYA!
Halo, minna-san! Balik lagi bareng aku. Kali ini aku nggak akan bahas anime shonen atau isekai yang heboh, tapi justru sebuah anime pendek yang viral banget: Takopi's Original Sin!
Asli, dari judulnya aja udah bikin aku penasaran. Tapi, jangan pernah tertipu sama visual karakter utamanya yang imut kayak gurita pink dari planet lain. Karena di balik keimutan itu, tersimpan cerita yang gelap, berat, dan bakal ninggalin luka di hati kalian. Siap-siap tisu, deh!
Sedikit Info buat yang Belum Tahu
Manga Karya Siapa? Anime ini diadaptasi dari manga berjudul Takopi no Genzai karya Taizan5. Manganya sendiri sudah tamat, jadi alur ceritanya padat dan to the point.
Studio yang Garap? Animenya digarap oleh studio Enishiya dan disutradarai oleh Shinya Iino. Mereka berhasil banget ngasih nyawa ke manga ini, dengan artwork yang sederhana tapi penuh makna.
Jumlah Episode? Anime ini cuma punya 6 episode! Yup, cuma 6 episode, tapi setiap episodenya berasa kayak tamparan bertubi-tubi ke realita. Jadi, siap-siap buat binge-watch alias maraton nonton.
Nonton Legal di Mana? Kalian bisa nonton anime ini secara legal di beberapa platform streaming, seperti Crunchyroll atau Netflix. Kabar baiknya, anime ini juga tayang di channel YouTube Ani-One Asia dengan subtitle Indonesia, jadi kalian bisa nonton gratis!
Cerita: Doraemon Versi Dark-Psychological-Horror
Bayangin kalau Doraemon itu alien polos yang jatuh ke Bumi dan ketemunya bukan sama Nobita yang cengeng, tapi sama Shizuka yang hidupnya hancur karena bullying dan kekerasan. Nah, itulah Takopi's Original Sin.
Takopi, si alien gurita pink dari Happy Planet, datang ke Bumi dengan misi menyebarkan kebahagiaan. Tapi, saat dia ketemu sama Shizuka, seorang siswi SD yang selalu murung, Takopi baru sadar kalau dunia manusia itu kejam. Shizuka sering di-bully oleh Marina, dan punya masalah keluarga yang bikin hidupnya suram.
Takopi mencoba membantu Shizuka dengan alat-alat "Happy-to-Happy-to-chan"-nya. Tapi bukannya bikin bahagia, alat-alat ajaib itu justru membawa bencana yang lebih besar. Cerita ini bakal bikin kalian mikir, "apa benar kebahagiaan itu bisa dibeli atau dipaksakan?"
Karakter: Realistis Banget sampai Bikin Nyesek
Takopi: Dia ini karakter yang paling polos dan tulus. Tapi kepolosannya itulah yang membuat cerita ini kelam. Dia jadi cerminan kita yang sering nggak tahu apa-apa tapi mencoba sok membantu.
Shizuka: Karakter yang paling bikin nyesek. Kalian bakal diajak masuk ke dalam dunianya yang penuh luka. Kita bisa lihat gimana trauma dan keputusasaan perlahan-lahan menghancurkan mentalnya.
Marina: Jangan buru-buru benci Marina! Anime ini nggak cuma nunjukin dia sebagai pembully, tapi juga ngasih alasan kenapa dia bisa begitu. Ini yang bikin ceritanya jadi dalam banget.
Azuma: Teman sekelas yang mencoba menolong, tapi usahanya seringkali percuma. Karakternya nunjukin kalau niat baik aja kadang nggak cukup buat menyelesaikan masalah orang lain.
Konflik yang Bikin Air Mata Nggak Berhenti
Ini nih poin yang paling bikin aku nggak bisa berhenti nangis hampir di setiap episode. Konflik dalam anime ini bukan cuma soal bullying di sekolah, tapi juga masalah keluarga yang lebih dalam. Shizuka yang sudah tertekan di sekolah ternyata juga hidup dalam lingkungan keluarga yang toxic. Aku bisa merasakan betapa sepinya dia, betapa tidak ada tempat yang bisa dia sebut "rumah".
Di sisi lain, anime ini juga berani menunjukkan bahwa pelaku bullying juga punya masalah keluarga sendiri. Marina yang kejam di sekolah ternyata juga adalah korban. Cerita ini nggak cuma menjelek-jelekkan satu pihak, tapi justru memperlihatkan bahwa lingkaran penderitaan itu bisa dimulai dari rumah. Hal ini bikin aku benar-benar terenyuh dan sadar bahwa setiap orang punya beban masing-masing yang nggak kita tahu.
Ending yang Menampar dan Peringatan Keras!
Tanpa banyak spoiler, ending dari anime ini sangat kuat dan menampar. Takopi pada akhirnya sadar, dia memang tidak bisa mengubah nasib keluarga anak-anak itu, tapi dia tetap berharap mereka bisa tumbuh menjadi orang dewasa yang bahagia. Dan benar saja, di akhir cerita kita diperlihatkan Shizuka dan Marina akhirnya berteman baik. Ini adalah momen yang sangat mengharukan dan menunjukkan bahwa pengorbanan Takopi tidak sia-sia.
Namun, ada satu hal penting yang harus aku tekankan. Aku sangat tidak menyarankan kalian menonton anime ini saat suasana hati sedang down. Tema-tema berat seperti depresi dan bunuh diri digambarkan secara gamblang, jadi bisa sangat memengaruhi kondisi mental kalian. Anime ini juga tidak cocok ditonton untuk semua usia, karena kontennya yang sensitif dan dewasa. Lebih baik tonton saat kalian dalam keadaan mental yang stabil, ya.
Kesimpulan: Wajib Nonton, Tapi Siapin Mental!
Takopi's Original Sin ini sukses banget sebagai anime yang ngasih tamparan keras ke realita. Ini bukan sekadar cerita fiksi, tapi cerminan dari masalah-masalah sosial yang sering kita lihat. Meskipun durasinya pendek, ceritanya padat dan pesannya sampai banget.
Aku kasih rating 9.5/10! Anime ini wajib banget ditonton buat kalian yang suka cerita psikologis yang berat tapi punya storytelling yang brilian.
Jadi, gimana nih? Udah ada yang nonton? Atau malah jadi tertarik buat nonton? Share pendapat kalian di kolom komentar, ya! Sampai ketemu di review anime berikutnya!
Komentar
Posting Komentar